Tim Editorial Kimia Averstar Diperbarui 4 November 2026
Herbisida Padi Bispyribac-Sodium: Panduan Pembeli Formulasi

Bispyribac-sodium adalah herbisida purna-tumbuh pada tanaman padi, dan pembeli biasanya menemukannya dalam bentuk pekatan suspensi (SC) pada beberapa tingkat konsentrasi atau campuran siap pakai dengan herbisida gulma daun sempit (rumput) atau sulfonilurea. Pertanyaan seleksi yang tepat berasal dari kondisi lapangan: gulma apa yang ada, berapa ukurannya saat aplikasi, bagaimana pengelolaan air sawah, dan apakah label mencakup sistem tanam benih langsung (tabela) atau tanam pindah (tapin).
Katalog Averstar mencantumkan bispyribac-sodium 100 g/L, 20%, dan 40% SC, dua produk campuran dengan cyhalofop-butyl, dan satu campuran dengan bensulfuron-methyl. Panduan ini menjelaskan cara membandingkan opsi-opsi tersebut, apa keunggulan masing-masing bahan aktif pasangan, serta dokumen apa saja yang harus diminta. Label resmi terdaftar di pasar tujuan selalu menentukan situasi pertanaman, dosis, waktu aplikasi, dan batasan yang diizinkan untuk produk yang dipasok.
Ringkasan cepat: Sesuaikan produk dengan sistem budidaya padi dan gulma utama, lalu bandingkan konsentrasi serta dokumen teknisnya. Pilih bahan aktif campuran berdasarkan fungsi tambahannya: cyhalofop-butyl menambahkan cara kerja (mode of action) kedua untuk mengendalikan gulma rumput, sedangkan bensulfuron-methyl memperluas spektrum pengendalian gulma dalam cara kerja yang sama.
Cara kerja bispyribac-sodium
Entri University of Hertfordshire Pesticide Properties Database (PPDB) untuk bispyribac-sodium menjelaskan bahwa bahan aktif ini adalah herbisida purna-tumbuh untuk gulma rumput, teki, dan daun lebar pada padi sawah. Herbisida ini bersifat selektif dan sistemik, diserap oleh dedaunan serta akar, dan menghambat enzim asetohidroksiasid sintase (AHAS, yang juga disebut ALS). Dalam klasifikasi herbisida global HRAC, penghambat ALS termasuk dalam Grup 2, yaitu kelompok dengan banyak laporan populasi gulma resisten. Di daerah di mana gulma padi telah resisten akibat penggunaan penghambat ALS secara berulang, konsultasikan dengan penasihat setempat mengenai spesies mana yang lolos sebelum mengandalkan produk Grup 2.
Gulma bersaing paling ketat dengan padi pada awal musim tanam, itulah sebabnya waktu aplikasi purna-tumbuh sangat penting. Halaman pengelolaan gulma IRRI Rice Knowledge Bank menjelaskan bagaimana tekanan gulma dan opsi pengendalinya berbeda di antara metode pertanaman padi.
Fase pertumbuhan gulma dan tata kelola air adalah yang utama
Herbisida purna-tumbuh umumnya bekerja paling efektif pada gulma muda yang tumbuh aktif, dan label herbisida padi biasanya mengaitkan waktu aplikasi dengan jumlah helai daun gulma. Banyak label juga menentukan bagaimana air sawah harus dikelola sebelum dan sesudah penyemprotan, karena pengeringan, penggenangan, atau pengaliran kembali air sawah mengubah seberapa banyak bagian gulma yang terpapar serta perilaku produk di lapangan. Panduan pengelolaan gulma padi UC IPM menunjukkan bagaimana identifikasi gulma, waktu penyemprotan, dan tata kelola air saling berkaitan dalam program pengendalian gulma.
Sebelum membandingkan produk, catat metode pertanaman padi (tabela atau tapin), spesies gulma yang dominan dan ukuran tipikalnya pada waktu rencana aplikasi, serta bagaimana petani dapat mengelola air di sekitar waktu penyemprotan.
Membandingkan produk SC bahan aktif tunggal
- Bispyribac-sodium 100 g/L SC, 20% SC , dan 40% SC: pekatan suspensi, yang dicatat oleh PPDB sebagai format paling umum. Setiap konsentrasi merupakan produk yang terdaftar secara terpisah, sehingga penawaran harga, sertifikat analisis (CoA), dan label harus mencantumkan jenis yang sama. Produk dengan konsentrasi lebih tinggi membutuhkan volume formulasi yang lebih sedikit per hektar; bukan berarti mengendalikan lebih banyak jenis gulma.
Perhatikan satuan konsentrasi: 100 g/L adalah gram per liter produk, sedangkan persentase bisa berupa berat/berat (w/w) atau berat/volume (w/v). Produk 20% berdasarkan berat tidak sama dengan 200 g/L kecuali jika berat jenisnya adalah 1. Untuk produk SC apa pun, mintalah hasil uji suspensibilitas dan stabilitas penyimpanan, serta pastikan produk mudah tersuspensi kembali setelah disimpan, sebagaimana diatur dalam spesifikasi pestisida FAO/WHO.
Fungsi tambahan dari bahan aktif campuran
- Cyhalofop-butyl + bispyribac-sodium 150 g/L / 50 g/L OD dan 15% / 5% OD: data PPDB menjelaskan cyhalofop-butyl sebagai herbisida purna-tumbuh untuk gulma rumput yang digunakan terutama pada tanaman padi, termasuk untuk mengendalikan jajagoan (Echinochloa crus-galli), yang bekerja menghambat ACCase (HRAC Grup 1) dan tidak memiliki aktivitas di dalam tanah. Oleh karena itu, campuran ini menggabungkan dua cara kerja (mode of action) untuk melawan gulma rumput. Panduan formulasi cyhalofop-butyl kami mengulas sisi herbisida rumput ini secara lebih mendalam. OD berarti dispersi minyak (oil dispersion): tanyakan bagaimana stabilitas dispersi diuji dan bagaimana produk harus diaduk kembali sebelum digunakan.
- Bispyribac-sodium + bensulfuron-methyl 180 g/kg / 120 g/kg WP: data PPDB menjelaskan bensulfuron-methyl sebagai golongon sulfonilurea untuk gulma semusim, tahunan, dan teki yang juga menghambat AHAS. Kedua bahan aktif berada dalam Grup 2, sehingga campuran ini memperluas spektrum sasaran gulma, khususnya teki dan daun lebar, tanpa menambahkan cara kerja kedua. Sebagai tepung yang dapat disuspensikan (wettable powder), produk ini harus diuji suspensibilitas dan daya pembasahannya (wettability) serta memerlukan kemasan kedap debu.
Formulasi campuran siap pakai hanya legal di wilayah tempat campuran persis tersebut terdaftar; dua pendaftaran bahan aktif tunggal tidak melegalkan produk kombinasi. Untuk program gulma padi lainnya, panduan herbisida padi propanil kami membahas cara kerja yang berbeda.
Daftar periksa pemilihan produk
- Metode pertanaman padi dan fase tumbuh tanaman pada label terdaftar di pasar tujuan.
- Spesies gulma dominan, ukurannya pada jadwal aplikasi, dan gulma yang lolos setelah penggunaan penghambat ALS.
- Pengelolaan air yang dapat dilakukan petani sebelum dan sesudah aplikasi.
- Bahan aktif tunggal atau campuran, dan apakah pasangan campurannya menambah kelompok HRAC kedua.
- Konsentrasi dan satuan yang sesuai pada penawaran harga, sertifikat analisis, dan label.
- Uji formulasi: suspensibilitas dan stabilitas penyimpanan untuk SC, stabilitas dispersi untuk OD, daya pembasahan untuk WP.
- Kemasan, lembar data keselamatan (SDS), dan desain label dalam bahasa negara tujuan.
Buat permintaan penawaran berdasarkan rencana penggunaan
Kirimkan informasi sistem budidaya padi, target gulma, produk dan konsentrasi yang diinginkan, jenis kemasan, serta pasar tujuan melalui formulir kontakkami. Untuk pesanan pertama, rencana evaluasi sampel pestisida membantu membandingkan contoh produk dengan spesifikasi yang disepakati sebelum pemesanan skala besar.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah bispyribac-sodium 40% SC lebih baik dari 20% SC?
Tidak secara langsung. Konsentrasi menentukan seberapa banyak volume produk yang diperlukan per hektar serta biaya pengiriman dan kemasan, bukan jenis gulma yang dikendalikan. Bandingkan pilihan berdasarkan status pendaftaran, dosis label, kualitas formulasi, dan biaya per hektar aplikasi.
Apakah bispyribac-sodium mengendalikan padi liar?
Tidak selalu. Padi liar (padi beras merah) adalah spesies yang sama dengan padi budidaya, sehingga herbisida padi selektif tidak dapat membasminya kecuali jika label terdaftar di pasar Anda secara khusus mencantumkannya. Konsultasikan penanganan padi liar sebagai masalah pengelolaan terpisah dengan penasihat setempat.
Apakah bispyribac + bensulfuron-methyl memberikan dua cara kerja?
Tidak. Kedua bahan aktif menghambat AHAS dan termasuk dalam HRAC Grup 2. Campuran ini memperluas spektrum pengendalian gulma, tetapi untuk manajemen resistensi, ini dihitung sebagai satu cara kerja. Campuran cyhalofop-butyl adalah pilihan yang menambahkan kelompok cara kerja kedua.
Referensi otoritatif
- PPDB: Bispyribac-sodium - University of Hertfordshire PPDB
- Pencarian Klasifikasi Herbisida Global - Herbicide Resistance Action Committee
- Gulma – IRRI Rice Knowledge Bank - IRRI Rice Knowledge Bank
- Padi: Panduan Pengelolaan Gulma - UC Statewide IPM Program
- Spesifikasi Pestisida dan Kontrol Kualitas (FAO/WHO JMPS) - FAO
- PPDB: Cyhalofop-butyl - University of Hertfordshire PPDB
- PPDB: Bensulfuron-methyl - University of Hertfordshire PPDB
